Steganography : Seni Menyembunyikan Pesan

STEGANOGRAPHY

 

Tugas Keamanan Informasi Sistem Lanjut

Jana Hermawan

NIM 23208079

 

 

Steganography adalah seni menulis pesan tersembunyi sedemikian rupa sehingga tidak seorangpun (kecuali si  pengirim dan si penerima yang dimaksud) menyadari bahwa pada pesan tersebut terdapat pesan lain yang tersembunyi (sumber wikipedia Indonesia).

 

Sejak zaman dahulu kala, Yunani Kuno telah menggunakan Steganography. Salah satu cerita yang terkenal adalah kisah Herodotus yang   menuliskan pesan di atas meja kayu dan kemudian tulisan tersebut ditutup dengan lilin. Steganography juga adalah ilmu yang cukup tua, sebagai contoh   adalah dengan  menulis pesan dengan “tinta” dari air perasan jeruk nipis yang ditulis diatas kertas, kemudian dengan proses pemanasan tulisan tersebut dapat dibaca oleh penerimanya. Saat ini teknik menyembunyikan pesan dengan mengecilkan pesan dengan hanya menjadi satu sebuah titik saja (microdot) dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi computer (Sumber: Simon Singh, the Code Book,  Lite Edition).  

 

Sebagai contoh dari steganography adalah dengan menuliskan pesan pada word processor seperti Microsoft Word 2003. Pesan disisipkan pada puisi Chairil Anwar sebagai berikut:

 

AKU

 

Kalaup sampai waktuku
Kui mau tak seorang kan merayu
Tidakl juga kau

Taki perlu sedu sedan itu

Akuh ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biarn peluru menembus kulitku
Akuo tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari7
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

 

 

Rahasianya adalah pada puisi tersebut telah disisipkan pada tiap baris dan suku kata pertamanya sebuah huruf yang berisi pesan “PILIH NO. 7”. Huruf-huruf tersebut dihilangkan dari tampilan kasat mata dengan cara diputihkan (sama dengan background) diganti font dengan Parchment ukuran 1 (termasuk font yang paling kecil dan samar di MS Word), kemudian pada fasilitas format font sisipan pesan di subscript dan di hidden. Nah dengan demikian  orang tidak  menyadari bahwa ada pesan tersembunyi pada puisi  karya Chairil Anwar tersebut.

 

 

Cara lain adalah dengan menyamarkan pesan “PILIH NO 7” dengan menyisipkan pesan tersebut pada huruf  yang sama yang terdapat pada pusi dengan cara membuat shadow pada hurup P I L …dst. Saya rasa cara ini lebih baik dari cara diatas. Walaupun sederhana namun lebih tidak kentara. Namun demikian huruf yang digunakan sebaiknya Times New Roman saja. Berikut bait puisi yang sudah disisipkan pesan tersebut:

 

 

 

PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO

 

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji

Aku sudah cukup lama dengan bicaramu

dipanggang diatas apimu, digarami lautmu

Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945

Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu

Aku sekarang api aku sekarang laut

 

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat

Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar

Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

 

(1948)

 

Liberty,

Jilid 7, No 297,

1954

 

 

 

 Untuk melihat Tulisan dalam MS Word bisa di download di sini: steganography2

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s